Apr 22, 2011

gara gara takabur

sebenarnya ini postingan ini udah lama kejadiannya, sekitar 1 bulan yang lalu
Tapi kejadiannya selalu membekas dihati hiks.
Waktu itu asip qania udah pas aaajjaa (stok difreezer udah bye22, secara saya diPadang dan lampu di Padang wktu lahiran tobat deh).
Jadi baru mulai nyetok waktu mau kerja di Jakarta.
btw,..untungnya rumah kontrakan kmi cukup dekat dengan kantor, sekitar 15 menit jadi saya bisa pulang siang (untuk menghemat stock asip dikulkas)
Waktu qania umur 3 bln bisa lah bawa 500-600ml asip (sekitar 4 botol) dari kantor.
nah mulai terasa waktu qania mendekati 6 bln, sekarang saya bawa sekitar 450ml aja
untungnya bisa pulang, jadi pas siang masih bisa kasih asi langsung. Sebenarnya bisa dapat lebih tapi butuh kesabaran, sedangkan saya tidak mungkin terlalu lama meninggalkan worksatation yach gitu deh kroco mumet
Nah waktu mompa biasa sekalinya dapat nya 130ml. Nah waktu itu mompa sambil melamun ehh dapat 200ml. Karena sombong dan angkuhnya (berbangga ria dengan asip yang banyak sekali pompa)...ng tau nya ngga taunya pas pulang, hikssssssssss ternyata tutup botol kaca asip nya terbuka, dan semua asinya tumpah, pantesan basah tas nya.
Pas liat gitu langsung lemes, ya Qania sayang maafin mami, mami takabur akhirnya makanan qania malah kebuang,
sekarang sepanjang jalan pulang (trauma berat) saya selalu mengecek botol asip apa masih pada posisi yang sama. Dan tidak lupa abis mompa ASIP selalu bilang "Alhamdullilah ya Allah,,,terima kasih rejeki ASI yang Kau berikan ya Allah...semoga ini yang Kau ridhoi..membuat anak kami sehat..amiin ya Allah"
And next saya juga ngga mau pamer atau takabur apalagi jika ada teman2 yang ASIPnya dikit banget. Kasian. Tambah stress jadinya. Ya ada kita harus selalu memberi semangat
semangat semangatttttttt...

Apr 18, 2011

hasil survey tpa kania nanda

Jumat lalu mami qania menyempatkan lunch time untuk survey ke TPA Kania Ananda di Departemen Pertanian, Ragunan. Awalnya sedikit kurang percaya sih dengan reviewnya Survei TPA Kania Nanda, Oleh Mbak Ari mami berharap sedikit lebih lah dari tulisannya.
Tapi nyampai situ (maaf mami qania bukan maksud memojokkan atau mami aja yang lagi sensi yha) tapi mami rasanya mau nangis disitu. Mungkin karena pertama kali mami liat TPA ya. Dan ngga bisa bayangin kalo qania berada disitu. Di Departemen Pertanian relatif dekat dengan kantor, sekitar 15 menit aja. Fasilitasnya lumayan lengkap ada permainan anak, dapur. Tapi yang bikin mami agak ngeri (apalagi dengan gaya tidur qania yang ng bisa pada satu posisi) dalam box bayi dipasang kain gendongan jadi semacam ayunan. Secara pribadi mami anggap itu berbahaya bisa kebalik lho. Terus anak-anaknya banyak banget. Mungkin waktu mami qania kesana lebih kali yha 15 ada yang udah SD juga. Terus yang ngasuh cuma 3 orang.

Anak-anak batita (yang baru belajar merangkak, duduk) main sendiri aja di atas matras. Mami takut aja kalo keinjak atau ketendang ama kakak-kakaknya yang main kejar-kejaran karena ngga ada yang ngeliatin.

Terus ada anak bayi sekitar 8 bulan, cantik banget imut, masih merangkak kayak qania, nangis minta digendong (bayi kalo minta digendong dua tangannya pasti diangkat ke atas) mami peratiin mbak nya lama datang (karna ada bayi lain yang menangis) akhirnya mami gendong si bayi, duhh tenggorokan mami ampe tercekat ngga bisa ngomong, karna si bayi kuat banget megang pundak mami terus berenti nangis.
Akhirnya pengasuhnya datang dan ngecek pampersnya ternyata si bayi risih ada pup nya.

Maaf mami udah ngga ingat foto-foto.
Kekurangan yang lain adalah gedung B (tempat penitipan anak) berada di tengah-tengah jadi kalo kita keluar masuk jalan kaki kegerban lumayan jauh. Tapi plusnya TPA ini resmi di bawah instansi pemerintah (dharma wanita Deptan) sangat membantu bagi karyawan Deptan yang berkerja di situ. Mungkin kalo mami pegawai deptan mami juga bawa qania yha, karna makan siang atau kalo kangen bisa ketemu qania. Dan kita ngga boleh sembarangan masuk keluar.

Harga per hari untuk bayi 3oribu mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Diluar itu dihitung over time per 30menit. Ngga mungkin jam 8 pagi teng kita tarok baby nya kan secara kita kerja jam 8 dan baru pulang jam 5. Jadi sehari sekitar 40ribu. Tapi ini kalo ndak salah berlaku juga buat balita bukan bayi aja.
Untuk balita ada fasilitas makan kalo bayi bawa sendiri (sore dimandiin)
Tapi sayang mami kurang sreg pas ibu pengurusnya bilang catering. Mami ngga tau catering darimana, mungkin khusus balita kali yha?

Pulang dari situ yha Mami agak lemes, mikirin langkah apa lagi yha buat setelah bulan Juli, karena adik mami udah mau balik ke Padang buat kerja.
Mohon doanya, ini benar-benar dilema yang berat ternyata buat wanita bekerja.
Semua memang perlu pengorbanan, Mami lagi mikir plus n minus nya semua buat qania
Sabar ya sayang insya allah ada jalan buat kita.

Apr 14, 2011

buat mas kresna


Siapa Kresna? dia seorang teman saya, yang maaf mungkin jika mencari namanya di email saya tak ingat wajahnya, tapi jika sudah liat fotonya, yupe saya ingat. Beliau adalah anak Management Trainee 2 tingkat dibawah saya dan waktu itu saya dan jake dapat kepercayaan memberi training ke para MT'ers ini. Entahlah saya rasa dia juga sudah lupa yang mana saya. Dan ini tidak penting.

2 hari sudah berlalu, tepatnya dari tanggal 12 (hari selasa) tapi saya masih sedih.
Email dari server kami menginfokan bahwa istri Mas Kresna meninggal dunia, innalilahi wa inna ilaihi rojiun di usia 26.
Karena merasa janggal, maka saya menanyakan ke seorang teman di samarinda. Sungguh jika kita menjadi mas kresna, ya Allah ntah kuasa atau tidak untuk menerima kenyataan ini. Sebuah kecelakaan tragis di tempat kerja! Almarhumah seorang arsitek dan jatuh saat bekerja saat mensurvey bangunan FKUI. Ya Allah hati saya masih merinding. Jatuh dari ketinggian 7 meter, dan meninggal di tempat.
Dan yang membuat saya tambah sedih, mas Kresna baru menikah February lalu dengan 2 minggu cuti tahunan, langsung kembali bekerja ke samarinda. Dan harusnya minggu ini adalah field break pertamanya untuk bertemu istri tercinta. Ya Allah sungguh berat kenyataan yang harus ditimpa saudara kami ini Ya Allah. Kuatkanlah hati beliau.
Di saat semua begitu indah dan baru saja merencanakan hidup baru.
Buat Mas Kresna, semoga tabah, sangat mudah bagi kami untuk mengucapkannya, tapi memang hanya itu yang bisa kami ucapkan mas.
Semoga ini membuat Mas Kresna menjadi lebih tawakkal kepada Allah
Semoga istri Mas juga Insya Allah mendapatkan tempat yang diberkahi Allah,

Pelajaran buat saya pribadi bahwa maut bisa datang kapan dan dimana saja.
Ya Allah lindungilah suami hamba saat bekerja ya ALlah, halalkan semua rezkinya.jauhkanlah dari kesusahan, dan berilah kepada kami bertiga kesempatan untuk bersama. Kesempatan buat hamba berusaha menjadi istri yang soleha, begitu juga suami
hamba Ya ALlah, semoga dengan umur yang panjang kami punya kesempatan untuk membalas semua kebaikan orang tua kami dan mendidik anak kami ya Allah. Kutitipkan semuanya hanya padamu Allah AMiin ya robbal alaminnn


====
Jatuh dari Plafon FKUI, Konsultan Arsitektur Tewas
Selasa, 12 April 2011 | 18:51 WIB
Besar Kecil Normal

TEMPO Interaktif, Jakarta -Revianti Oksinta, konsultan arsitektur CV Noesis, tewas seketika setelah terjatuh dari plafon setinggi 7 meter di ruang diskusi Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada Selasa 12 April 2011 pukul 12.45. " Korban jatuh telentang dengan kepala miring ke kanan," ujar saksi mata bernama Satam, 43 tahun, pegawai kebersihan Departemen Fisiologi FKUI.

Kata Satam, darah keluar dari kepala dan hidung korban. "Dia (Revianti) langsung digotong ke IGD RSCM," kata pria yang sudah mengabdi 20 tahun di FK UI itu. Sayangnya, kata Satam, nyawa Revianti tidak tertolong. "Dia tewas di tempat."

Menurut Satam, kala itu Revianti berniat meninjau pembangunan laboratorium terpadu dengan melewati langit-langit atau plafon ruang diskusi Departemen Fisiologi FK UI. Jalur plafon ini memang sering dipakai teknisi gedung jika ada AC atau listrik mati. "Ia naik dengan tangga alumunium kemudian naik lagi ke dak dari kayu," katanya.

Saat itu, yang berniat meninjau ada tiga orang--yang semuanya perempuan. Revianti sendiri mendapat giliran menaiki plafon nomor dua. Sebelumnya, pimpinannya bernama Rika sudah menunggu di plafon. "Revianti salah injak. Bukannya balok tapi eternit. Kemudian jatuh," ujar Satam.

Adik ipar korban, Jojo mengatakan, ada kemungkinan, Revianti terjatuh akibat eternit yang rapuh. Pasalnya, gedung FK UI adalah gedung lama peninggalan Belanda. "Eternitnya amblas," katanya.

Menurut Jojo, perusahaan tempat Revianti bekerja merupakan rekanan UI tekait pembangunan gedung FK. Pria 27 tahun yang tercatat sebagai karyawan FK UI ini menambahkan, Revianti adalah pengawas bangunan dari perusahaannya yang bergerak di bidang konsultan arsitektur. "Semacam supervisor," ujarnya saat melawat korban di kamar jenazah RSCM.

Yang membuat Jojo terenyuh, Revianti baru saja melepas lajang pada Februari lalu. Revianti, yang berusia 26 tahun, memiliki suami bernama Kresna yang bekerja di Kalimantan.

Saat terjatuh, Satam memastikan Revianti tidak memakai pelindung kepala. Dia memakai sepatu ket, celana bahan coklat dengan paduan kemeja biru.

Dalam identitas KTP yang Tempo lihat, Revianti memakai jilbab. Dia tercatat sebagai warga Delima Nomor 7, Duren Seribu, Sawangan, Kota Depok.

Ahli Forensik RSCM/UI, Munim Idris, saat ditemui wartawan di RSCM, mengatakan Revianti mengalami luka di tulang leher tengkorak. "Ada luka di tulang leher tengkorak bagian depan," katanya.

Mira Mariana, rekan seangkatan Revianti di Jurusan Teknik Arsitektur UI 2002, mengenal Revi, sapaannya, sebagai pribadi yang ceria dan supel. Yang paling dia ingat, tentu saja Revi merupakan perempuan pintar karena lulus dengan IPK cum laude. "IPK-nya 3,56, kata Mira yang dirundung duka di kesempatan terpisah.

Kasus ini sekarang sedang ditangani Kepolisian Sektor Senen, Jakarta Pusat. "Beberapa saksi dari Satpam dan pegawai sedang diperiksa," ujar Kobi, koordinator lembaga hukum RSCM.

======

kejutan yang indah






Akhirnya papa menunjukkan sifat romantisnya, setelah mami mulai bawel complain si papa sibuk ama kerjanya, terus kalo nanya qaniaaaaaaaaa terus (mami merasa tersaingi hehe)..
terus mami cerita tentang Hopelessly Romantic..nya Bu Anggi, (ngeledek si Uda sebenarnya hehehe )
well sebenarnya dari dulu mami dah tau kok papa qania tuh emang ngga romantis, kalo diledekin malah nanya kok mami suka digombalin.

Jadilah ternyata tanpa sepengetahuan mami ternyata papa ada diklat di Kalibata (seminggu cuYYY!!!) kebayang donk betapa 7 hari itu sangat berarti buat mami (rasanya kayak mimpi, yach begitu deh nasib para LDR hhehhe) biasa papa qania di Jakarta cuma 2-3 hari. Jumat malam sampai, senin pagi udah take off ke Pontianak. Huhuhuh...

Papa qania tiba-tiba dah muncul di depan pintu hari Jumat ..ya elah apes banget mami (dari senin sampai Kamis mandi lho pulang kantor!!, kebetulan jumat itu qania rewel minta mimik, jadi yang ada mami cepat cepat tukar baju langsung mimik dan hasilnya tadaaaaaaaaa tidak mandi hehe.
Tapi kayaknya qania udah punya feeling deh, soalnya dari Kamis sampai Jumat itu rewell banget, maunya digendong. Katanya sih kalo kayak gitu tandanya anak yang kangen or mikirin dia (kata orang tua) ternyata bener papa qania!! yang juga deg-degan secara surat penugasannya belom ada sampai hari Kamis siang, jadi kalo bilang mami takut juga bikin mami kecewa in case ngga jadi.

Seminggu bersama papa, yaaaaaaaa ngerasa deh seperti para mak-mak yang lain.
Nyiapin sarapan ups roti doank maksudnya (dulu waktu married sok ideal ya bela-belain bikin nasgor heheh, sekarang ngga keburrruuu, qania subuh udah bangun minta ditemenin ) Papa qania jam 6:30 udah jalan. Abis qania mandi, mami anterin deh ama qania papa sampai jalan.
Enaknya kantor dekat, jadi mami baru ke kantor jam 7:30 kadang 7:45 (naik ojek 10menit sampai deh)
Pulang kantor nunggu suami pulang eh ditungguin pulang dink, secara si Uda duluan selesai diklat. Mencuri waktu beberapa jam pas weekend ke PIM naik motor (makacih Pak Uo buat motornya ).., beli tanaman, yaiii akhirnya ganti TV (kata Mama tv LCD 31' dikontrakan mami?? ngga salah tuuhh gedean tv nya daripada ruangannya hheheh, biar aja ahh mana tau nanti cocok pas udah punya rumah sendiri ya Papa Amiin)

Terus pas juga ada tante sari lagi liburan di Jakarta jadi tambah senang.