Apr 14, 2011

buat mas kresna


Siapa Kresna? dia seorang teman saya, yang maaf mungkin jika mencari namanya di email saya tak ingat wajahnya, tapi jika sudah liat fotonya, yupe saya ingat. Beliau adalah anak Management Trainee 2 tingkat dibawah saya dan waktu itu saya dan jake dapat kepercayaan memberi training ke para MT'ers ini. Entahlah saya rasa dia juga sudah lupa yang mana saya. Dan ini tidak penting.

2 hari sudah berlalu, tepatnya dari tanggal 12 (hari selasa) tapi saya masih sedih.
Email dari server kami menginfokan bahwa istri Mas Kresna meninggal dunia, innalilahi wa inna ilaihi rojiun di usia 26.
Karena merasa janggal, maka saya menanyakan ke seorang teman di samarinda. Sungguh jika kita menjadi mas kresna, ya Allah ntah kuasa atau tidak untuk menerima kenyataan ini. Sebuah kecelakaan tragis di tempat kerja! Almarhumah seorang arsitek dan jatuh saat bekerja saat mensurvey bangunan FKUI. Ya Allah hati saya masih merinding. Jatuh dari ketinggian 7 meter, dan meninggal di tempat.
Dan yang membuat saya tambah sedih, mas Kresna baru menikah February lalu dengan 2 minggu cuti tahunan, langsung kembali bekerja ke samarinda. Dan harusnya minggu ini adalah field break pertamanya untuk bertemu istri tercinta. Ya Allah sungguh berat kenyataan yang harus ditimpa saudara kami ini Ya Allah. Kuatkanlah hati beliau.
Di saat semua begitu indah dan baru saja merencanakan hidup baru.
Buat Mas Kresna, semoga tabah, sangat mudah bagi kami untuk mengucapkannya, tapi memang hanya itu yang bisa kami ucapkan mas.
Semoga ini membuat Mas Kresna menjadi lebih tawakkal kepada Allah
Semoga istri Mas juga Insya Allah mendapatkan tempat yang diberkahi Allah,

Pelajaran buat saya pribadi bahwa maut bisa datang kapan dan dimana saja.
Ya Allah lindungilah suami hamba saat bekerja ya ALlah, halalkan semua rezkinya.jauhkanlah dari kesusahan, dan berilah kepada kami bertiga kesempatan untuk bersama. Kesempatan buat hamba berusaha menjadi istri yang soleha, begitu juga suami
hamba Ya ALlah, semoga dengan umur yang panjang kami punya kesempatan untuk membalas semua kebaikan orang tua kami dan mendidik anak kami ya Allah. Kutitipkan semuanya hanya padamu Allah AMiin ya robbal alaminnn


====
Jatuh dari Plafon FKUI, Konsultan Arsitektur Tewas
Selasa, 12 April 2011 | 18:51 WIB
Besar Kecil Normal

TEMPO Interaktif, Jakarta -Revianti Oksinta, konsultan arsitektur CV Noesis, tewas seketika setelah terjatuh dari plafon setinggi 7 meter di ruang diskusi Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada Selasa 12 April 2011 pukul 12.45. " Korban jatuh telentang dengan kepala miring ke kanan," ujar saksi mata bernama Satam, 43 tahun, pegawai kebersihan Departemen Fisiologi FKUI.

Kata Satam, darah keluar dari kepala dan hidung korban. "Dia (Revianti) langsung digotong ke IGD RSCM," kata pria yang sudah mengabdi 20 tahun di FK UI itu. Sayangnya, kata Satam, nyawa Revianti tidak tertolong. "Dia tewas di tempat."

Menurut Satam, kala itu Revianti berniat meninjau pembangunan laboratorium terpadu dengan melewati langit-langit atau plafon ruang diskusi Departemen Fisiologi FK UI. Jalur plafon ini memang sering dipakai teknisi gedung jika ada AC atau listrik mati. "Ia naik dengan tangga alumunium kemudian naik lagi ke dak dari kayu," katanya.

Saat itu, yang berniat meninjau ada tiga orang--yang semuanya perempuan. Revianti sendiri mendapat giliran menaiki plafon nomor dua. Sebelumnya, pimpinannya bernama Rika sudah menunggu di plafon. "Revianti salah injak. Bukannya balok tapi eternit. Kemudian jatuh," ujar Satam.

Adik ipar korban, Jojo mengatakan, ada kemungkinan, Revianti terjatuh akibat eternit yang rapuh. Pasalnya, gedung FK UI adalah gedung lama peninggalan Belanda. "Eternitnya amblas," katanya.

Menurut Jojo, perusahaan tempat Revianti bekerja merupakan rekanan UI tekait pembangunan gedung FK. Pria 27 tahun yang tercatat sebagai karyawan FK UI ini menambahkan, Revianti adalah pengawas bangunan dari perusahaannya yang bergerak di bidang konsultan arsitektur. "Semacam supervisor," ujarnya saat melawat korban di kamar jenazah RSCM.

Yang membuat Jojo terenyuh, Revianti baru saja melepas lajang pada Februari lalu. Revianti, yang berusia 26 tahun, memiliki suami bernama Kresna yang bekerja di Kalimantan.

Saat terjatuh, Satam memastikan Revianti tidak memakai pelindung kepala. Dia memakai sepatu ket, celana bahan coklat dengan paduan kemeja biru.

Dalam identitas KTP yang Tempo lihat, Revianti memakai jilbab. Dia tercatat sebagai warga Delima Nomor 7, Duren Seribu, Sawangan, Kota Depok.

Ahli Forensik RSCM/UI, Munim Idris, saat ditemui wartawan di RSCM, mengatakan Revianti mengalami luka di tulang leher tengkorak. "Ada luka di tulang leher tengkorak bagian depan," katanya.

Mira Mariana, rekan seangkatan Revianti di Jurusan Teknik Arsitektur UI 2002, mengenal Revi, sapaannya, sebagai pribadi yang ceria dan supel. Yang paling dia ingat, tentu saja Revi merupakan perempuan pintar karena lulus dengan IPK cum laude. "IPK-nya 3,56, kata Mira yang dirundung duka di kesempatan terpisah.

Kasus ini sekarang sedang ditangani Kepolisian Sektor Senen, Jakarta Pusat. "Beberapa saksi dari Satpam dan pegawai sedang diperiksa," ujar Kobi, koordinator lembaga hukum RSCM.

======

No comments:

Post a Comment

feel free to comment :)