Jan 15, 2011

Si cantik Az zahra yang membuat kita selalu bersyukur

Udah lama yaa mami qania ngga ngeblog
Well..sekarang masa-masa indah tidur dan browsing lama2 udah ngga ada..
Waktu hamil sih waktunya banyak. Sekarang palingan browsing di kantor langganan flash unlimited ngga opptimal nih secara dibuka beberapa jam disiang hari
Malam pulang kantor rasanya sayang banget menukar waktu main dengan Qania.
Biasanya jadwal online saya, lunch time, (sembari-sembari kerja), plus pagi hari abis shubuh (sebelom qania bangun)atau setelah qania tidur.

Oh ya balik ke judul,siapa Az Zahra..yang bikin kami (satu kantor menangis membaca kronologis survivalnya)
Jadi di kantor saya, kita punya komunitas muslim,..dari sekitar bulan Mei KMT dan para donatur berusaha membantu seorang anak mekanik (yang belom permanen) di Samarinda. Buah hati Pak Arianto ini sudah ditunggu-tunggu selama 9 tahun, but...Allah punya garisan lain, si cantik Az Zahra terkena kanker tulang.

Hari ini saya ingat wajah mungil Az Zahra dan ngga tahan untuk membacanya lagi. Kenapa saya masukin diblog, sebelom saya menyimpannya di local inbox saya,mungkin bisa saya share..karena ini membuat kita bersyukur...saat ini seperti saya (yang masih suka ngedumel dengan Allah, kenapa ya Allah begini kenapa begitu)...harusnya melihat kesabaran Pak Arianto dan istri. Alhamdullilah saya punya anak sehat semoga selalu begitu ya Allah..

Untuk Pak Yus...semoga amal jariahnya untuk membantu Az Zahra langsung diterima Allah (beliau bahkan sengaja cuti untuk ketemu az zahra). Malu rasanya Pak...kami yang muda tidak sesemangat Bapak..

Selamat membaca...

Assalamualaikum wr.wb.

Saudaraku seiman dan seaqidah.... seperti yang diumumkan oleh helpdesk, putri semata wayang Arianto: Aulia Azzahra Rahmawati telah meninggal dunia pada hari Jumat tgl 7 January 2011, ada beberapa telpon, datang langsung, email yang menanyakan apa yang terjadi , sebab seperti kita ketahui bersama Zahra terakhir dirawat di RS Dharmais dan menjalani kemoterapi dalam rangka membunuh sel kanker ganas Ewing Sarkoma.

Dibawah runtutan kejadian , agak panjang memang, sebab saya rangkum sejak tanggal 24 Mei hingga 8 January 2011.

Semoga bermanfaat, bila tidak berkenan mohon delete, dan bila merasa terganggu dengan email ini MOHON INFO BALIK.

Wassalam

Yuspriadi

Mei 24, 2010
Arianto – sudah bekerja 9 tahun di Trakindo lamanya menekuni pekerjaan sebagai field mechanic Samarinda.
Layaknya pasangan suami istri Arianto dan Aisyah tentu saja mendambakan titipan Allah swt , namun yang ditunggu tak hadir juga, mereka dengan tawakal tetap berharap disuatu hari kelak Allah akan mengabulkan doa mereka.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan , bulan berganti tahun mereka dengan sabar menantikan titipan Allah swt, kesabaran mereka diuji hingga 8 tahun dan akhirnya berbuah manis, lahir bayi cantik yang diberi nama Aulia Azzahra Rahmawati.

Lucu, cantik, pipi tembem mengemaskan, rambut keriting ikal, mata berbinar, seribu satu rasa yang menggumpal dan kini tak terasa berjalan jauh dipenantian, umur Azzahra sudah menapak 1.5 tahun,

Tergiur dengan kemewahan negri yang bermandikan minyak, tergiur dengan pendapatan yang lebih , Arianto memutuskan untuk pamit ke Trakindo dan pindah bekerja di Abudhabi.
Belum setahun berjalan, belum banyak yang diperoleh, baru 6 bulan bekerja disana Arianto mendapat kabar bahwa nanda semata wayang menderita sakit yang cukup serius, membayangkan sang buah hati sakit yang serius, tanpa harus berpikir banyak kembali ke Indonesia dan bekerja lagi sebagai pegawai kontrak di PT Trakindo – Samarinda.

Sakit yang diderita Azzahra ternyata sangat serius, menurut dokter di Samarinda menderita Suspect Bone Tumor Couris (S) – kanker tulang terindikasi kanker ganas bernama “Ewing Sarkoma” , pada photo yang dikirim jelas terlihat pembengkakan yang terjadi pada kaki kiri, namun si mungil cantik ini masih bisa berjalan dan tersenyum centil.
Azzahra harus di rujuk ke rs Sutomo Surabaya, namun kendala biaya yang tinggi menjadi ganjalan, alhamduillah banyak sahabat sesama karyawan Trakindo, dan termasuk kita di Jakarta serta beberapa cabang menyingsingkan lengan untuk bahu membahu meringankan beban Arianto, alhamdulillah melalui branch manager Samarinda tanggal 18 Juni 2010 diserahkan dana senial rp. xxxxxxxx

July 05,2010.
Diterima ucapan terima kasih atas bantuan untuk semua sahabat dan saudara , juga informasi tambahan dana menjadi rp. xxxxxxxx
“Teriring ucapan mohon doa restu bahwa dengan berat hati saya mengabarkan bahwa setelah melalui/menjalani serangkaian test sekian lama, akhirnya diputuskan langkah medis yang sangat berat.
Ananda Azzahra besok tgl 6 Juli rencananya akan menjalani operasi Amputasi salah satu kakinya, karena kangker tulang sudah menggerogoti kaki mungilnya.
Inilah keputusan medis yang harus diambil oleh keluarga & team dokter untuk menyelamatkan jiwanya yang bersih.
Untuk itu, mohon doa-nya untuk Ananda Azzahra.”


July 09, 2010.
Berita dari Samarinda
“Bpk/Ibu yang kami muliakan,
Menyambung informasi dari bu Handayani perlu kami informasikan bahwa rencana operasi Ananda Azzahra tgl. 06 Juli 2010 batal dilaksanakan karena kondisi HB Ananda Azzahra sedang turun sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Ananda Azzahra berada di Jakarta untuk mencoba pengobatan alternatif yang direkomendasikan oleh rekan kita.
Kembali kami mewakili keluarga Arianto, mohon doa untuk kesembuhan Ananda Azzahra.
Demikian kami sampaikan dan terima kasih untuk semua perhatian dan bantuannya.
Terima kasih.
Wasalam “

July 12, 2010
Cuti terakhir dari 3 hari yang diambil disempatkan mencari lokasi kediaman sementara nanda Azzahra.
Jujur saja, setelah melihat langsung perkembangan terakhir kaki Azzahra (photo kanan) saya sampai meneteskan air mata melihat seorang anak kecil berumur 2 tahun 2 minggu tergolek tidur kelelahan setelah semalaman menangis manahan sakit kakinya yang sekarang besarnya sudah hampir 4 kali lipat.

Sebelum ke Surabaya July 12, 2010


July 13, 2010.
Memulai langkah kekantor mengais rejki yang diberikan Allah swt , saya bercerita dengan teman semobil yang kebenaran ibu sekretaris.
Allah SWT memang menyayangi nanda Azzahra, jam 09.12 saya ditelpon diminta menghadap ke bpk xx.
Saya diminta untuk menceritakan hal-hal yang saya tau.
Beliau sangat prihatin , apalagi mendengar perkembangan / pembengkakan yang sangat cepat, diujung pembicaraan beliau berucap “sekarang coba Yus lakukan pendeketan , kalau memang Arianto bersedia ke rumah sakit , antar berobat ke rumah sakit sampai tuntas”
Allah maha pemurah ….
Saya kembali ke ruang kerja di lantai 11, dan langsung menelpon ke Arianto, menceritakan hal yang baru saja dibicarakan , dan meminta Arianto untuk berpikir dan memutuskan yang terbaik bagi putri tercinta.
Saya minta Arianto banyak-banyak melakukan sholat istiqorah , meminta petunjuk yang terbaik dari Allah swt.

July 14, 2010.
Arianto nelpon saya, belum bisa memutuskan , “ saya binggung , istri saya tidak mau menjawab apa-apa hanya menangis dan menangis, jawaban saya mohon diundur ke besok saja”

July 15,2010
Saya telpon Arianto mungkin sudah ada kata sepakat ? “ belum … sampai saat ini saya penuh kebingunggan tolong pak Yus bantu saya berpikir… “
Saya tidak berani mengajukan pendapat yang mungkin akan bertentangan dgn harapannya dia…
Magrib menjelang Isya , Arianto kembali menelpon saya “ pak nanti sore saya akan turun dari Sanga-sanga ke Samarinda, besok saya ke Jakarta , tolong pertemukan saya dengan bpk xx tsb, mungkin beliau bisa memberikan nasehat yang bijak kepada saya.
Saya berjanji Insya Allah kalau besok sampai dikantor sebelum jam 14.00 kita akan bertemu beliau, kalau diatas jam 15.00 beliau ada meeting , berarti Senin kita bertemu beliau.

July 16, 2010.
11.00 saya telpon HRD Samarinda, menanyakan perihal keberangkatan Arianto ke Jakarta, Samarinda confirm berangkat hanya saja belum tau persis jam kebererangkatan.
15.40 saya telpon ke Arianto , tapi tidak ada nada sambung.
16.05 telpon Arianto masuk , di putuskan kita akan ketemu hari Senin.

July 18, 2010.
Pertemuan ini benar-benar penuh haru ( ini pertama kali saya bertatap muka dengan Arianto) , Azzahra kebetulan sedang bangun dan tidak menangis.
Dalam pembicaraan tersebut saya menekan pertama adalah puji syukur ke hadirat Allah swt yang telah memberi rejki berupa bantuan melalui bpk xx tersebut kedua kita harus menyikapi apa langkah yang harus kita ambil dan kemukakan ke beliau.

July 19, 2010.
Jam 08.15 saya mengantar Arianto bersilaturahim dengan bpk xx, dari hasil silaturahim tsb ada penguatan mental yang diperoleh dengan beberapa nasehat dalam hal menatap masa depan Azzahra. Tidak bisa dipungkiri bisa saja rumah sakit di Jakarta akan berpendapat sama dengan Rs Sutomo, namun mungkin memang jalan itu yang harus dihadapi walau sangat berat dan menjadi beban psikologis yang sangat besar.
Beliau dengan bijak berujar “ anak adalah titipan Allah, kita harus menjaga semaksimal mungkin, sebisa mungkin apapun harus kita lakukan, kalau kita sudah mencoba berbuat yang terbaik namun yang dicapai berbeda dengan harapan itulah suratan hidup yang harus dijalani, lebih baik punya anak satu dengan kondisi kaki diamputasi tapi berjiwa besar dibanding punya anak 10 tapi berjiwa kerdil”

Kata-kata beliau membuat Arianto tambah yakin akan tindakan yang harus dihadapi, sampailah pada kesepakatan mengingat pembengkakan kaki Azzahra yang semakin membesar, kita akan kembali ke rumah sakit dan yang dituju RS Dharmais sebuah rumah sakit khusus kanker. Dalam hitungan jam, surat jaminin , kendaraan sudah siap, Azzahra dijemput dan langsung diantar ke Dharmais.
Sore dapat kabar, pendaftaran sudah tutup, diminta untuk kembali besok jam 07.00 pagi hari.

July 20, 2010.
Azzahra sudah langsung masuk rawat inap, badannya panas mungkin demam atau inpeksi akibat kaki yang terus membengkak. Dokter mengambil tindakan untuk menurunkan panas dan diinfus.

July 21, 2010.
Beberapa tindakan mulai diambil, CT Scan, MRI dll..
Bapak xx kembali memanggil saya, menanyakan bagaimana keadaan orang tua Azzahra , sebab di khawatirkan akan terjadi kelelahan phisik dan mental.
Siang saya telpon Arianto, dia bermaksud akan kembali ke Samarinda tidak enak berlama-lama ijin, dan saya tekankan bahwa Arianto harus konsekwen dengan meminta HRD untuk memotong jatah cutinya.
Beberapa kesepakatan yang dicapai : akan cari kontrakan di belakang Dharmais, bersepakat antara suami dan istri untuk tabah dalam menghadapi cobaan yang bisa saja kembali merenggut keibaan.
Alhamdulillah istri Arianto sudah sangat siap menghadapi keputusan rumah sakit, apapun juga keputusannya.



July 22, 2010
Hari ini team medis mengambil sumsum tulang belakang Azzahra , konon yang pernah saya dengar pengambilan sumsum tulang belakan ini sangatlah sakit

July 24, 2010.
Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Azzahra, kembali pada pertemuan singkat saya sangat tidak nyaman melihat perkembangan kaki Azzahra yang terus membesar.
Pengambilan sumsum bukan di ruas tulang belakang melainkan di lutut kaki kanan , sepertinya tindakan tersebut merupakan analisa terakhir untuk menentukan tindakan final yang harus diambil untuk Azzahra, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.

July 26 , 2010
Jam 20.30an Azzahra di kemo, pada lembaran catatan untuk kemo yang disebut protocol terbaca kemo dibutuhkan 6 kali.

July 27, 2010,
Pagi saya terima sms dari RS , dokter sudah memutuskan Azzahra akan segera di amputasi, ada kekhawatiran sebaran sangat cepat berkembangnya , ada benjolan di muka Azzahra bagian kiri.
Segera saya telpon ibunya Azzahra di RS dan Arianto di Samarinda meminta ke duanya iklas dan berdoa bahwa ini adalah yang terbaik , sebab kalau sebaran sudah merambat kemana-mana kita tidak akan bisa berbuat apapun juga. Alhamduillah walaupun penuh dengan kegundahan , kesedihan memandang jauh kemasa depan anak semata wayang, mereka berdua a sudah ikhlas lahir batin .
Sampai siang belum ada kepastian waktu akan diambil tindakan , dokter masih rapat mungkin membahas batasan sampai dimana yang akan diamputasi.

Jul 28, 2010, hasil kemo pertama tidak menunjukan gejala berarti, Azzahra bisa tidur dengan nyenyak tanpa mengeluh rasa sakit , saya berharap ada dampak positif dari kemo tersebut.

Jul 29, 2010. hasil kemo ke dua, tidak menggembirakan , Azzahra praktis sepanjang malam mual dan dibarengi muntah-muntah. Belum ada keputusan dari dokter kapan akan diambil tindakan, mungkin team dokter focus bagaimana menjaga / meminimalisir sebaran tidak menjalar kemana-mana, 3 benjolan di muka bagian kira hilang.
Saya khawatir benar Arianto tidak bisa mendampingi Azzahra menghadapi operasi, saya berniat benar untuk bisa berada disamping Azzahra, saya sudah mendapatkan ijin dari atasan untuk bisa hadir di rs sakit.

Jul 30, 2010
Amputasi sudah diputuskan akan diambil tindakan pada tanggal 2 Agustus 2010, sayangnya pada hari yang sama saya harus berada di Bogor menghadiri Incentive 2011 meeting, semoga semua berjalan dengan baik dan semoga yang terbaik yang diperoleh Azzahra, Insya Allah.

Jul 31, 2010.
Di selasar menjelang kamar perawatan Azzahra , ramai oleh sekelompok masyarakat yang peduli dengan kanker, mereka membagi-bagikan makanan , buku, kue dan balon.
Saya menunggu Azzahra kembali ke kamarnya, begitu ketemu kali ini saya gembira banget, melihat Azzahra tersenyum dengan balonnya, rambut keritingnya ( saya suka benar melihat ikal rambutnya) di ikat dengan pita kuning , lucu sekali.
“Salam dengan kae” begitu ibunya berucap… saya terharu sekali berkali-kali ketemua Azzahra baru sekali ini dia dengan semangat mau bersalaman dengan saya… tak lama Azzahra mulai makan nasi kotak yang dibagi-bagika.
“enak mak… enak ….” Dia bercoletah….
Hari ini 2 hari menjelang Azzahra di amputasi, sepertinya tidak ada rasa sakit terhadap kakinya, pagi sebelumnya Azzahra diberi obat penghilang rasa sakit 3 kali dosis biasa.
Alhamdulillah Aisyah sudah benar-benar penuh keikhlasan menghadapi hari Senin tgl 2 Agustus 2010 jam 08.00 wib.


Agustus 01, 2010
Alhamduillah, Arianto mengabarkan hari ini akan berangkat ke Jakarta untuk mendampingi Azzahra yang akan di amputasi.

Agustus 02, 2010.
Incentive meeting baru dimulai, telpon dari Arianto masuk “ pak mohon doanya Azzahra sedang menuju ruang operasi”. Ada rasa galau dihati saya membayangkan anak yang lucu dengan rambut ikal dibius total terbaring di tempat tidur dorong menuju ruang operasi.
Menjelang istirahat siang, kembali Arianto menelpon saya “pak, alhamduillah Azzahra sudah selesai di amputasi dan sekarang sudah kembali ke ruang rawat inapnya diruang bambi”

Agustus 03, 2010.
Masih di Bogor , senang benar mendengar kabar Azzahra sudah keliling pakai kursi roda, Arianto kembali ke Samarinda untuk kembali mencari nafkah.

Agustus 04, 2010.
Saya dipanggil bpk xx diajak bertukar pikiran tentang , rumah kos yang sehat, perawat yang bisa mendampingi, kursi roda untuk Azzahra. Alhamduillah Allah swt memberi banyak rejki untuk Azzahra.
Agustus 07, 2010.
Saya sempatkan bersilaturahim menemui Azzahra, Allah memberi saya banyak rejki hari ini, luar biasa, bisa ketemu dengan pengurus dari sebuah yayasan Pita Kuning, sebuah yayasan nir laba yang khusus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penderita kanker.
Salah satu pengurus dari yayasan Pita Kuning adalah mbak Ranny, yang kebenaran berasal dari satu daerah dengan saya di Kalimantan Selatan.
Dengan Ranny banyak masukan yang dapat diperoleh termasuk pembicaraan tentang rumah kost, tempat membeli kursi roda yang murah, perawat, kemo lanjutan, kapan saaat kaki palsu diperlukan dan banyak lagi.
Azzahra hari ini tambah banyak senyum, banyak gerak , mungkin lantaran sakit dan berat di kaki kiri sudah tidak terasa lagi. Aisyah bercerita , “awal melihat Azzahra keluar dari ruang operasi tanpa kaki, saya menangis sedih , saya coba bisa meredam kegetiran dan bersahabat dengan cobaan ini. Esok paginya Azzahra minta jalan-jalan dengan kursi roda , melihat semangat hidup Azzahra , akhirnya saya bisa menerima keadaan ini dan rasanya saya bangga dengan kegigihan Azzahra.”
Alhamduillah saat itu memang saya lihat Aisyah banyak tersenyum.


Agustus 08, 2010.
SMS Ranny masuk : “pak , ada kursi roda kecil yang bisa dipakai sepuasnya untuk Azzahra” . Alhamdulillah sementara dapat pinjaman , tentu saja kursi roda tersebut harus dipulangkan saat Azzahra kembali ke Samarinda kelak , dan kursi roda itu bisa dipakai kembali oleh pasien lain.


Agustus 10, 2010
Ada panggilan dari salah seorang atasan lainya, membicarakan tindak lanjut yang diperlukan untuk Azzahra, ada hal lain yang mengelitik hati saya , beliau terpikir apakah mungkin untuk sementara memindahkan Arianto untuk bekerja di Jakara branch sementara sampai Azzahra sembuh. Saya atas nama keluarga Arianto mengucapkan banyak terima kasih. Dan saya tidak berani mengulas lebih lanjut mengenai pemikiran Arianto akan dipindahkan ke Jakarta branch, terlalu banyak sudah bantuan bpk xx tersebut untuk keluarga Arianto.

Agustus 13, 2010
Aisyah mengabarkan mereka sudah pindah kost dibelakang rumah sakit Dharmais. Direncanakan kemo akan dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2010.


Agustus 22, 2010
2 minggu tidak bertemu dengan Azzahra.. ada rasa rindu melihat perkembangan si ikal yang lucu.
Ditemani pengurus KMT ( mas Avalian dan mas Kaharudin) dan berbekal mainan titipan teman di KMT kami sampai di lobby RS Dharmais jam 11 siang. Azzahra tidak ada dikamar , ternyata kembali ada kegiatan dari LSM yang berbagi suka diantara mereka.
Saya menuju ke ruang main anak-anak… agak susah saya mencari keberadaan si Ikal, hampir tidak ketemu , yang saya temukan ibunya melihat saya sambil mengangguk. Saya lihat didepannya …. Saya agak terkejut melihat Azzahra tanpa rambut sehelaipun…

Dengan senyum ibunya Azzahra berucap “ini dampak dari kemo, malah nanti alis mata pun akan rontok, tapi enggak apa-apa Insya Allah nanti akan tumbuh, yang penting kita matikan dulu virusnya”

Agustus 27 2010.
Ada SMS dari Aisyah “ pak kami hari ini pengen berlebaran di Samarinda , Insya Allah sebelum jadwal kemo, kami sudah kembali ke kontrakan”.


Agustus 30, 2010.
Banyak kisah yang disampaikan Arianto tentang Azzahra yang untuk sementara kembali ke Samarinda, terlalu banyak keluarga yang menangis melihat Azzahra, tak bisa mengungkapkan kesedihan anak berumur 2 tahun 2 bulan harus kehilangan kaki kiri.
Namun ketegaran orang tua Azzahra yang menyakinka bahwa “ tindakan amputasi ini adalah tindakan yang paling tepat, sebab kita berpacu dengan sebaran virus kanker dan akan sangat berbahaya bila menyerang ke organ vital , misalnya jantung dll mungkin kita tidak akan lama bisa melihat Azzahra, Insya Allah yang terbaik yang didapat Azzahra”
Ketegaran orang tua Azzahra akhirnya membuat keluarga yang lain bisa paham.



September 01, 2010.
Berita kurang menggembirakan datang dari Samarinda, Azzahra masuk rumah sakit , HB dan leukositnya rendah sekali , dokter di Samarinda terpaksa memasukkkan Azzahra ke ruang isolasi.
Semoga segera sembuh dan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pengobatan.
Malam hari saya coba sms Arianto menanyakan keadaan Azzahra namun tidak ada jawaban.


September 02, 2010.
Pagi saya terima telpon dari Samarinda, keadaan Azzahra tidak membaik kondisi panas sampai 400 celcius, HB, trombosit , lekosit semua menunjukkan gejala buruk ….. timbul kekhawatiran yang mencemaskan. Pada kasus sama di Dharmais Azzahra di bantu dengan transfusi darah, namaun sampai pagi hari ini di Samarinda dokter tidak mengambil tindakan yang sama, hanya diberi obat penurun panas, mungkin ada pertimbangan lain.
Keluarga sudah memutuskan bila sampai jam 10.00 tidak ada perkembangan mengarah ke positif, Azzahra akan segera dibawa ke Jakarta.

September 06, 2010.
Keadaan Azzahra tidak semakin membaik, keputusan untuk membawa pulang Azzahra ke Jakarta juga belum dilaksanakan lantaran melihat kondisi Azzahra yang agak memburuk, padahal transfusi darah merah dan putih, sudah dilakukan. Mudah-mudahan lebaran yang tinggal 4 hari lagi membawa kebahagiaan yang berlebih bagi kelaurga Azzahra dengan membaiknya kondisi Azzahra sehingga bisa segera kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pengobatan. Ya Allah, Engkau maha pemurah, maha pengasih sembuhkan panyakit Azzahra sehingga dia bisa melanjutkan pengobatan kankernya.

Septembar 19, 2010.
Azzahra kembali ke Jakarta untuk melanjutkan terapi kemo.

September 24, 2010.
Insya Allah bila Azzahra bisa meliwati masa-masa kritis dia akan perlu kursi roda, atas pertimbangan itulah kursi roda baru untuk Azzahra seharga rp. 1,400,000 dibelikan walau ada pinjaman dari yayasan Pita Kuning bisa dipakai selama perawatan.
Azzahra tersenyum gembira melihat kursi roda baru yang saya bongkar dari koper pembungkus, sambil bersalaman terdengar lucu Zahra menirukan ucapakn ibunya “terima kasih kae...... “

Septemer 27, 2010.
Setelah dilakukan kemo tanggal 22 & 22 September kondisi Azzahra agak kurang bagus, menurut pendapat yang berpengalaman kalau kemo memang biasanya berdampak pada rambut rontok, napsu makan hilang, sariawan dan diare. Mudah-mudahan keadaan terus membaik.


Oktober 03, 2010.
Kondisi Azzahra drop , trombosit, leukosit, hb semua rendah….agak mengkhawatirkan. Dokter memutuskan untuk mengisolasi Azzahra.
Kesibukan akhir-akhir ini baik undangan halal bi halal, pernikahanan, silaturahim keluar kota melihat kakak yang sakit membuat kehabisan waktu untuk mengunjungi Azzahra biaya kontrak, kebutuhan susu terpaksa saya transfer bukan diserahkan langsung..

Nop 2010
Kemo 5 berjalan dan kembali tidak berjalan mulus , kondisi Azzahra sangat drop.
Saya menguatkan , saya coba membesarkan hati Aisyah semoga semua bisa dilalui dengan muluas , semoga Azzahra bisa kuat lahir batin, semoga tahun 2011 yang Azzahra bisa pulang ke Samarind.



15 Dec 2010.
Selesai kemo ke 6, Azzahra kembali drop, banyak kebutuhan obat yang harus diterima Azzahra untuk memperhatankan kondisinya.

21 Des 2010.
Kondisi Azzahra mulai membaik, ibunya sempat menanyakan ke dokter tentang apakah process kemo sudah selesai ( berharap bisa kembali ke Samarinda diawal 2011). Jawaban yang didapat kemo yang harus dijalani masih 12 kali lagi, protokol yang menggambarkan hanya 6 kali process tersebut ternyata adalah lembaran ke 1 dari 3. Bisa kita bayangkan lelahnya orang tua Azzahra baik lahir maupun batin, berharap segera kembali ke Samarinda namun yang didapat harus bertahan untuk minimal 12 bulan kedepan dengan aroma rumah sakit khusus kanker. Kondis membaik Azzahra kembali ke kontrakan.

26 Des 2010.
“Assalamualaikum wr.wb, pak Azzahra nya masuk ruang isolasi jerapah, lekositnya 0.5 baru masuk hari ini“
Kondisi drop kali ini agak berat sepertinya , Rani dari yayasan pita kuning minta saya cari darah golong B dengan persyaratan khusus untuk segera dikirim ke PMI.


1 January 2011.
Ditemani istri, anak bungsu dan ibu sekretaris saya untuk kesekian kalinya kembali ke rs Dharmais. Alat bantu sudah di copot semua, suhu badan sudah turun, namun masih akan dilakukan infus darah dengan trombosit khusus 1 lagu lagi yang direncanakan akan dilakukan malam hari.
Azzahra tertidur pulas, pembicaran kami berempat lebih banyak membicarakan hal kedepan termasuk : biaya yang sangat besar namun tidak perlu dipikirkan, mencari pembantu atau kembali mendatangkan saudara dari Samarinda untuk membantu, mencari daru sirsak yang di pusat kota Jakarta sangat susah dll.
Kondisi Azzahra memang sangat drop, ini disadari oleh orang tuanya kita berharap semua bisa dijalani dengan mulus, namun disela-sela pembicaraan tertangkap kekhawatiran orang tua Azzahra mengingat sudah ada 5 teman Azzahra di rs Dharmais pergi lebih dulu dengan berbagai type kanker.

4 January 2011.
Surat jaminan Trakindo untuk ketiga kalinya dikirim sebagai pembaharuan , Azzahra masih drop , masih di observasi, sesak napas pakai oksigen, tenaga yang bisa bantu dari Samarinda siap berangkat.

5 January 2011

10:48 kondisi Azzahra masih lemas , kalau berdiri tidak bisa lama, kakinya masih sakit.
Rani sempat bercanda dengan Azzahra, dia memperlihatkan piano yang disebutnya diberi kae , padahal yang memberi ibu sekretaris.

21:13 “Assalamualaikum wr.wb, pak Azzahra nya sudah pulang dari rs, kondisi sudah membaik.

Waktu menjelang pulang, ke ibunya Zahra berucap “ma , Zahra mau pulang ke Samarinda” dan waktu ketemu dokter Azzahara sempat ngobrol seperti berpamit diri “ dok, Zahra pulang ke Samarinda ya…. “
Malamnya Aisyah bermimpi , Azzahra terlihat rapi berpakaian , dengan gelang dan anting yang lucu, seperti mau pergi ....


6 January 2011.
Azzahra menangis minta pulang ketemu bapaknya.. menangis terus menerus dan membuat orang tuannya panik dan mengambil keputusan sendiri tanpa sempat bertukar pikiran dengan, dia memutuskan segera kembali ke Samarinda.
Saya berpikir mungkin ini insting orang tua yang melihat gejala anaknya tidak seperti biasa. Selama perjalanan Azzahra tidak menagis sama sekali apalagi memperlihatkan rasa sakit.

22:00 wit, Azzahra tiba di Balikpapan, dijemput Arianto yang kebetulan lagi off ( Allah swt sudah mengatur waktu yang terbaik, sempat mampir kesebuah rumah makan diantara Balikpapan – Samarinda, Azzahra sempat bercanda dengan menakuti-nakuti Arianto.

24:00 Azzahra kembali lagi kerumahnya sendiri , sepanjang malam dia didalam pelukan sang ayah tercinta seperti tidak mau dilepaskan , Arianto menawarkan untuk tidur dipelukan ibunya, tetapi Azzahra memilih dipelukan sang ayah.




7 January 2011 ( Jum’at )

11:00 saya menerima telpon dari orang tua Azzahra ( biasanya dia sms ), menangis histeris..... Azzahra kritis, sekarang napasnya tersenggal-sengal, keluarga sudah kumpul semua “pak kami mohon maaf tidak sempat bertukar pikiran lagi untuk memutuskan harus kembali ke Samarinda, mohon doanya.“
Disela-sela kebinggungan saya atas keputusan yang mereka ambil, saya bisa dan sangat paham akan kondisi seperti itu.

11:20 kembali saya menerima telpon , menangis histeris tanpa bisa diajak bicara, saya minta bicara dengan Arianto.
Arianto :” pak , Azzahra sudah pergi meninggalkan kita semua…..”
Inna lillahi wa inna ilahi rojiun…….

17:30
Arianto mengabarkan , “pak saya ikhlas lahir batin atas keputusan Allah swt yang terbaik, saya kasian sama Azzahra dia kesakitan setiap kali habis kemo, setiap kali harus terus ditusuk jarum, ini sudah yang terbaik. Saya ikhlas benar, saya mandikan , saya kafani, saya sholatkan dan saya ikut menguburkan.

8 January 2011.
Saya menerima telpon dari Arianto “ Assalamualaikum … pak tadi kami main ziarah ke kuburan Zahra, lama sekali hamper ½ hari, kami ngobrol tentang hal-hal yang lucu apabila Zahra sedang dalam keadaan sehat setelah dikemo, banyak yang lucu terkadang dia nyanyi , bermain dengan bonekanya , naik turun sendiri dari tempat tidur, ngobrol tentang sepatu yang hanya sebelah bisa dipakai…….. pak saya sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada bpk xx, juga kepada teman-teman di trakindo yang telah dengan tulus ikhlas membantu kami baik moril maupun materil. Saya dan kita semua sudah berusaha dengan penuh iklas, namun Allah memilih jalan yang terbaik, saya rela, saya puas… banyak pelayat bilang Zahra tersenyum dalam diamnya , dan saya melihat sendiri waktu saya mandikan, waktu saya kafani dia tersenyum.
Pak, saya walau kami sudah kembali ke Samarinda dan Azzahra tidak ada saya mohon tali silaturahim kita tidak diputus….


Ya Allah yang maha pemutar balik sesuatu , Insya Allah Azzahra akan berada disyurga Mu, beri keteguhan iman kepada kedua orang tuanya ya Robb, beri pengganti Azzahra yang lebih baik, beri kami hikmah dibalik semua ini.

Selamat jalan sirambut ikal….
Selamat jalan Zahra sayang…
Selamat jalan cucu kae....


Jakarta 24 Mei - 09 January 2011.

3 comments:

  1. mba debi...
    aku ampe nangis baca crita azzahra..kacian banget :'(

    ReplyDelete
  2. deb, terimakasih untuk sharing cerita Zahra. Ci sampai nangis. Semoga Azzahra bahagia di surga sana.

    ReplyDelete
  3. aku meweeeek T___________T
    Insya Allah yang terbaik lah yang terjadi.

    Hiks, masih mewek di kubikelkuu T___T

    thanks for Sharing ya mbak. Semoga keluarga kita selalu dilindungi oleh Allah swt. Amiiin.

    ReplyDelete

feel free to comment :)