Dec 17, 2008

Me and d’ Laundry Girl

Selesai sholat Idul Adha, seorang teman bernama Sonny menawarkan makanan ”lontong sapuluik tetapi aku pikir perjuangan dia dan motor merahnya dari Depok - Cilandak mengantarkan makanan itu membuatku harus tega menolak tawarannya. Menu pagi ini pun bisa dipastikan Ayam Balado sisa 3 hari lalu (Dinner with Sonny) plus Bihun Kuah. Sedihnya nasib anak kos yang pemalas, hembusan angin mengirmkan aroma gule kambing ibu kos ke kamarku..tambah sedih...

Sasa d’ laundry girl mengantarkan baju bersihku. Percakapan dirinya tentang pacar barunya pun dimulai. Dia baru saja ”jadian” dengan seorang pria, berkenalan melalui metode sms salah sambung. Duh adik kecil belum cukup umurmu 20 tahun...tak takutkah dirimu bahaya mengintai jika memang pria ini bukan orang yang baik?

SMS dikirim dengan metode nomer acak, alias asal jika sms pun diterima, lalu berbalas-balasan, bersayang-sayangan dan kopi darat.

”semoga bisa menuju jenjang yang lebih serius mbak.”, serumu bersemangat.

Sulit dipercaya bagaimana sebuah televisi menggeser gaya ndeso” itu berkomunikasi persis seperti artis dalam acara jumpa pers.

” Buat aku yang penting orangngnya itu jujur, tanggung jawab, baik dan nyambung mbak..” , dia memulai percakapan.”Nyambung gimana sih?.. ” tanyaku lebih penasaran.

Nyambung ngobrol, trus orangnya ngemong aku mbak ..,” jawabnya.

”Lho tapi kamu saja belum pernah ketemu orangnya gimana? Mau jadi korban mutilasi gara-gara sms nyasar kayak di Grogol kemarin ..,” sidikku membuat dia ngeri.

Proses pendewasaan karbitan yang terjadi di dirinya pun pernahku alami, mungkin dalam konteks yang berbeda (untuk beberapa hal, aku bahkan lebih parah).Aku melahab cerpen-cepen remaja (bahkan Montigo Busye atau novel Freddy S) sejak kelas 4 SD. Alasan yang basi, rasa ingin tahu, dan minat baca. Biar tak terlalu paham dengan cerita Oh Mama Oh Papa di Majalah Kartini itu herannya aku selalu membacanya di urutan pertama.

Yah, seorang pria idaman dengan paket ”nyambung” di dalamnya. Aku sempat bertanya Didi, seorang teman baikku dengan pemikirannya yang terkadangpun aku kurang paham.

Kok lu belum married-married sih, Di? apalagi ? udah kerja di bank, mo cari yang seperti apalagi...”, tanyaku.penasaran.

“ Aku mencari gadis yang alim, baik, pintar dan nyambung (again this word?)…denganku..aku masih mencari identitasku, ” sahutnya.

“Mencari identitas? identitas seperti apa sih? Maksud looo...” aku bertambah heran.

Bagi d’ laundry girl semua dibuat mudah, yang penting nyambung dan ngemong, tapi tentu tidak buat Di2, menurutku justru dia membuatnya lebih kompleks, mungkin wajar saja, ketika titel pegawai Bank Sentral itu melekat di dirinya, banyak yang melakukan pendekatan agresif dan sangat susah mendeteksi gadis yang benar-benar suka dirinya.

Aku bingung apa aku sedang membuat diriku sekompleks dia kah? Tapi jika seorang soulmate memiliki personality itu hanya kriteria baik, pintar, tanggung jawab, dan nyambung? Apakah itu tidak terlalu standar? Semua orang bisa menjadi baik, pintar, bertanggung jawab dan nyambung, hanya masalah waktu saja. Pada akhirnya aku berpikir itu semua belum cukup, apalagi nyambung. Ada tidak ya penelitian menyatakan bahwa semua orang pada dasarnya bisa nyambung, tinggal bagaimana pasangannya bisa mengurangi egonya untuk menjadi nyambung ? Nah kenapa ada yang putus pacaran dengan alasan, ‘udah ng nyambung lagi” ya...satu aja alasannya pada akhirnya salah satunya mencapai klimaks menahan egonya.

Sewaktu aku masih sekolah ya cinta monyet,..yang penting nyambung, heran ya..kenapa bisa ya..aku sama saja dengan d’ laundry girl..nyambung yukk jadian.

Memang tidak ada yang sempurna, tetapi dibutuhkan waktu (takutnya kelamaan pula) dan ilmu. Ingin menikah yang merupakan ibadah itu, tapi jika ilmunya pun belum dapat apalah artinya. Aku bertanya Pak Aceng, dedengkot di kantor yang ilmunya semoga menjadi amal jariah beliau. Kutipannya begini, yang serunya ada iklan promosi diriku pula di email disebarkan ke seantero Indonesia cihui cihui

another beauty asked :

Pak Aceng, nanya dunk. Selalu dikatakan carilah yang agamanya baik. Btw kalo yang dikatakan agama baik itu spt apa sih Pak? Apa sholat teratur dan on-time dikatakan sudah baik agamanya? Trus apakah semangatnya cari ilmu (takutnya cari doank, nggak aplikasi)? Atau baik, ramah, bertanggung jawab, sholat bagus, tapi tidak berminat mencari ilmu nah gimana Trus kalau incaran kita malas ikut majlis ilmu apa kurang baik agamanya?

Kalau sholat bagus, ilmunya bagus, susah nyarinya,..masa harus ke pesantren nyari jodoh hehe bingung kan?

Thanks pak aceng.

wa 'alaikumus-salaam wr. wb.

kita memang tidak bisa mengukur tingkat kebaikan agama seseorang Karena hanya orang yang bersangkutan yang tahu dan tentunya Alloh yang maha tahu. kita hanya bisa menilainya lewat budi-pekertinya dalam kehidupan sehari-hari.

Rasululloh, shollallhu 'alaihi wasallam, pernah menyabdakan :

"Diantara akhlak orang beriman adalah:

  • iman disertai keyakinan·
  • tegas tapi lemah lembut
  • semangat dalam mencari ilmu
  • tidak tampak bermewah-mewahan meskipun dia kaya
  • tampil bersih meskipun dia miskin
  • merasa dosa dengan prilaku tamak
  • bekerja di jalan yang halal
  • bisa mengendalikan syahwat
  • kasih sayang kepada orang yang menderita
  • tidak surut dengan cacian
  • tidak sombong dengan pujian
  • tidak menyia-nyiakan amanah
  • tidak ada rasa dengki
  • menegakkan kebenaran
  • tidak menjuluki orang lain dengan julukan yang menyakitkan hati
  • sholatnya khusyu'
  • sigap dalam zakat & shodaqoh
  • tegar dalam kesulitan
  • bersyukur dalam kemudahan
  • ridho dengan keadaan dirinya
  • tidak mengakui hak/jasa orang lain sebagai hak/jasanya
  • tidak bergabung dalam angkara murka
  • tidak kikir terhadap kebaikan
  • mau bergaul dan komunikatif
  • bila dianiaya dia sabar sampai Alloh lah yang akan menjadi penolongnya". (Hadits riwayat Al-Haakim).

andaikan incaran kita kok masih banyak kekurangannya ya ndak apa-apa. toh diri kita sendiri juga masih jauh dari sempurna.justeru setelah nikah itulah maka suami isteri harus saling mengingatkan, saling menasehati, saling memberi masukan.

wassalaamu 'alaikum.

NB : sudah punya calon apa belum ?kalau belum, gimana kalau ada rekan Trakindo group yg berminat ?pokoknya saya ikut berbahagia bila anda berbahagia karena mendapat jodoh yang cocok di hati anda. (ayoooo siapa mau daftar ? saya kasih satu "c l u e" ya,...... dia dari MT)

Bercermin diri juga sih benar kata Pak Aceng, dan memang kita jauh dari sempurna. Apalagi aku? Masih pantas ng ya buat mendapatkan jodoh idaman yang kategori di atas. Semoga Allah membuka pintu tobatnya untukku


10 comments:

  1. Wuih, itu kan more than perfect! Dapat kompilasi dr mn tuh pak Aceng :p

    ReplyDelete
  2. @hp: nilai-nilai, segala yg normatif emang perfect. Tinggal kita bikin skala prioritas. Sifat apa yg terpenting hrs dimiliki seorang calon, yg mana yg bs "dimaafkan" bila tak ada dlm dirinya

    ReplyDelete
  3. @hp :HP yang ketemu di nikahannya Febry?
    seneng de mampir ke blogq.
    @sonny-hp:yupe setuju w sonny, skala prioritas dan prinsip mana yg kudu punya dari caloonnya ityu.

    ReplyDelete
  4. Hmm... Kok tibatiba semua mendadak wise ya? ;p

    ReplyDelete
  5. kriteria yg perfect banget ya, ckckckck....
    btw, gimana hasil iklan dari pak aceng?

    ReplyDelete
  6. Nice writing... tapi berat juga kajiannya he3xx... atau jodoh merupakan sebuah resolusi tahun 2009.. piiiz db

    ReplyDelete
  7. @Di2 : Kayaknya ng resolusi 2009 aja deh dari 2008 hehe:P
    @ iad : hmm udah ada sih ad,..tapi again...nyambung itu bukan utama

    ReplyDelete
  8. apa mang harus gitu ya? kayaknya berat bgt cari jodoh,,ya mudah2an nemu sesuai yg diinginkan bi,,

    ReplyDelete
  9. @doni: ayo Don, try again. Siapa tau skrg luluh hatinya :)

    ReplyDelete
  10. kunjungan pertama bi:)

    sonny bgt nih blognya debi hehe

    tp enak baca blog debi:)

    langsung kebayang oranganya:)

    btw..waahhh..kriteria suami penuh berkah tuh bi:)

    ReplyDelete

feel free to comment :)