Dec 29, 2008

3 Doa 3 Cinta

Sampai saya mengetik blog ini, saya masih bete dan sebel dengan film ini. Malam sabtu lalu saya sempat mampir nonton. Mungkin karena overekspektasi aksinya Dian dan Nikolas ya? tapi ini film emang ampuuuuun, tobat kok maksa bikin film.

Untuk ukuran cerita persahabatan, ya standar dan terlalu datar. Tapi jika hubungannya dengan sesuatu yang menyentuh religi, saya pikir sutradaranya Nurman Hakim harusnya lebih hati-hati. Cerita mengenai 3 pemeran utama Pondok Pesantren Al-Hakim Jogjakarta, Huda (Nicholas), Rian (Yoga Pratama) dan Sahid (Yoga Bagus). Huda ingin mencari ibunya ke Jkt dibantu oleh Dona (Dian Sastro). Tapi memang kalo mau apple to apple bandingkan Dian dengan Titi Kamal (Mendadak Dangdut)...Aduhh si Dian ng dangdut banget.. dan emang kesannya lebih figuran, karena cerita dianya sendiri juga ng ada. Atau saya yang lagi tidur?

Kurang tau ya jika para santri nonton film ini? apakah mereka merasa terlecehkan..Dan bahayanya kita tidak bisa menahan persepsi para non muslim atas tanggapan mereka jika melihat kehidupan pesantren di 3 Doa 3 Cinta. Ntahlah, saya yang bukan santriwati saja menjadi illfeel.
Ekploitasi tentang sodomi oleh ust (apalagi ada kejadian nyata di Pati), pencucian otak being bombers, dan sebagainya.

Dan apa karena film ini didanai oleh Global Film Initiative (AS), Goteborg International Film Festival Fund (Swedia) dan Fond Sud Cinema (Perancis), lalu ada hubungan dengan cerita si bule (pembeli tanah nya Sahid yang ayahnya sakit) dibayarkan oleh bule ini. Hanya sebagai penyeimbang ?,. Trus bagaimana persepsi orang asing tentang islam dan bom, ...jika film ini ditayangkan di Pusan, Korea Selatan, Cinema du Sud, ajang Festival Film Cannes, Perancis.




7 comments:

  1. Bener tuh? Berarti memang parah bangat nih film. Mengenai pesantren, kenapa juga tidak menuju ke arah yang lebih real. Lapangan pekerjaan! Atau memang ada anggapan bahwa yang pergi ke sana adalah orang yang tidak membutuhkan kehidupan lagi? Tenggelam dalam kemunafikkan atau berlaku nyeleneh? Coba ceritakan Deb, alasan ketiga orang ini masuk pondok dan bagaimana mereka setelah keluar. Apa ada korelasinya?

    Tentang dana,itu hak mereka. Tapi jelas, kita tahu bukan mana film yang layak ditonton dan mana yang tidak. Trims untuk ulasannya.

    ReplyDelete
  2. Hmm kalo dari ceritanya (hopefully aq ng tidur ya mlm itu), Huda dimasukkan ke pesantren karna ibunya dari "dunia hitam" tkt anaknya terjerumus di bar, Sahid, ng ada alasan, kalo Rian ng jelas juga, karena bapaknya meninggal, ibunya nitipin juga. Tp babenya Rian punya usaha shooting gitu. Kok pesantren lebih kesannya tempat titipan anak hehe :P. Terakhir, semua dipenjara (gara2 salah tangkap dan bukti rekaman handycam Sahid yang memberikan kata2 terakhir sblm niatnya buat ngebomb batal), trus Huda gantiin jadi kepala pesantren (married ama anaknya Pak Ketu), Sahid keluar dari penjara doank, dan Rian buka usaha shooting. Dona Dian sastro ng tau kemana..shooting film lain kali hehe :P

    ReplyDelete
  3. Setelah baca tulisan deby...aku penasaran juga pengen nonton,hehehe... sepertinya yang pantas dapat perhatian dalam '3 Doa 3 Cinta' adalah pemeran Syahid, Yoga Bagus. Dengan menjadi seorang yang pendiam dan sangat alim bahkan cenderung ekstrim karena beban psikologis, Yoga Bagus berakting layaknya santri sesungguhnya. Bagaimana menurut deby?

    ReplyDelete
  4. jadi gtu ya ceritanya..?! dari judulnya felmnya aja emang udah ga menarik. :)

    ReplyDelete
  5. deb, bukan mau kasih komen atas tulusan ini ataupun filem ini. ceritanya aku cuma pengen ngetes gimana caranya leave comment sama gimana jadinya tampilannya... taela.... yang lagi belajar bikin blog...

    ReplyDelete
  6. emank cerita filmy gmn tuh...
    gw aja blm nonton...

    ReplyDelete
  7. Alaaahh....Film lg Film lg..Film Indonesia tuh Jelek Banget...males bgt nonton...

    Btw salam buat debi deborah...hehehe.

    ReplyDelete

feel free to comment :)