Nov 28, 2008

A tribute to Debi

Apalagi yang harus kukatakan tentangmu, Deb.
Senyum pertamamu untukku adalah persahabatan hingga saat ini. Aku masih ingat betapa sulitnya beradaptasi dengan lawan jenis. Tapi pengertianmu membuatnya lebih mudah.


Akutak tahu kenapa memilihmu menjadi teman pertamaku. Apakah sekedar
senyum itu. Atau mungkin aku merasa kau sama denganku : berasal darisekolah antah berantah. Naluriku mengenali aksen Inggrismu yang anehitu.Kau selalu ada untukku. Kau membereskan segalanya untukku. Fotokopian, accidental lecture rescheduling hingga buka puasa. Your assistance, advice & finance stuffs. You’re the best debt collector I have ever had. Bahkan hingga acara reunian pun aku percaya kau bisa dihandalkan. Kau mengerti bahwa aku tak cukup cakap dalam beberapa hal. Dan kau ada untuk itu.

Kau satu-satunya gadis yang pernah bicara dengan ibuku. Aku masih ingat saat-saat itu. Setiap Jumat kau datang ke warnet kita dulu. Lalu ibuku datang dan mengambil sebuah kursi plastik. Mendekatimu dan mengeluh tentangku. Ibuku senang bicara denganmu. Kau pendengar yang baik. Aku sendiri bahkan tak cukup baik untuk mendengarkan ibuku.

Dan lucunya, sejauh ini, kita tak pernah bicara soal cinta. Kau selalu ada untukku dan aku selalu bisa diandalkan membantumu. Kau mengenal ibuku lebih dekat ketimbang gadis mana pun yang kukenal. Dan aku mengenal ibumu cukup baik. Kau gadis yang cerdas, selalu membuatku tertawa, dan tak pernah kesal padaku. Kau bisa masak. Aku tak menyangka kau takut menyeberang dan ketemu anjing di jalan.

Itu juga yang membuatku percaya
kau masih girly. Aku suka hampir segalanya tentangmu.Tapi mungkin ada alasan yang tepat untuk tidak saling jatuh cinta: sejak awal kita sama-sama yakin bahwa kita berbeda. Dan mungkin karena itu aku tak berhasil jatuh cinta padamu, Deb. Dan mungkin karena itu pula kau mau dekat denganku.Dan sekarang, aku jatuh cinta pada seorang gadis. Seperti di masa lalu, bila kujatuh cinta, kau orang pertama yang tahu. Dan kau selalu mengerti alasan tepatku mencintai gadis itu. Hari ini, aku mempertemukannya denganmu. Aku ingin tahu apa pendapatmu tentangnya. Sejauh yang kau mengerti tentangku dan sejauh kesanmu tentangnya.

Terima kasih untuk semuanya, Deb.



No comments:

Post a Comment

feel free to comment :)