Mar 14, 2008

Renungan di Hari Minggu

Sabtu lalu kuputuskan berangkat mengikuti Islamic Book Fair 2008, awalnya sih aku enggan, badan terasa panas dingin…tapi ketika Yesti temanku bertanya apakah aku jadi berangkat atau tidak..Ya..Kapan lagi?menunggu tahun depan? No way…

Aku juga baru ingat diamanahkan membeli buku-buku yang bagus untuk Pustaka KMT. Memang baru 2 bulan terakhir aku dan Mbak Dewi diberi kepercayaan mengelola Pustaka Keluarga Muslim Trakindo (KMT). Yaaa…..sesuai hobi sih, suka baca, dan juga suka mencari tambahan penghasilan hehhe…, jadi aku benar-benar menikmatinya. Bakat terpendamkah menjadi seorang Librarian hehe atau hanya sebagai penikmat buku??

Terkadang aku berpikir, kenapa ya profesi librarian dipandang sebelah mata di Indonesia ? Dulu sewaktu aku sekolah diluar, librarian begitu professional dalam mengelola buku, memberi rekomendasi buku, memasang iklan buku-buku bestseller. Buku-buku begitu bersih dan terawat….Ironis memang tatkala aku kuliah di negeri ku ini, wahai buku mengapa engkau begitu usang…untuk menanyakan dirimu berada saja aku disuguhi senyum kecut para penjagamu. Dilarang bersudzon memang..Ah…maafkan aku buku kau hanya bisa teronggok dengan debu dan rayap. Tak terbayangkan olehku seseorang bisa merangkai huruf demi huruf menjadi sebuah buku. Apakah memang hanya termotivasi pekerjaan yang menghasilkan uang banyak?Kapan kita mencari uang bukan sebagai bentuk kepuasan diri?

Kembali ke Pustaka KMT, saat ini KMT sudah memiliki buku sekitar 90an buku,…dan Alhamdullilah telah terkumpulkan infak (sebutan halus untuk pembayaran sewanya) sekitar Rp.250,000. Akhirnya biarpun panas dingin, sebelum Ashar aku dan Yesti telah tiba di Gelora Bung Karno. Subhanallah…begitu banyaknya para “book lover“. Hatiku miris…aku masih memilih-milih buku yang aku suka baca apalagi buku agama, baca beberapa lembar saja hmmm yang ada hanya kantuk menghampiri. Nisha, seorang teman yang sangat suka membaca, tidak pernah memilih buku-buku,semua bisa dilahap oleh Nisha. Dengan tekad baru aku mencoba untuk tidak memilih apa yang dibaca, pantang kalah jika tidak bisa membaca pikiran penulis. Acara Islamic Book Fair sudah berjalan hampir seminggu, dan hari itu memang belum hari puncak acara, tetapi tempat itu begitu tumpah ruah dengan orang-orang.

Buku pesanan pertama Mas Avalian, Muhammad the Super Manager and Super Leader…aku lupa tepatnya judulnya. Akubelum membaca bukunya, dan sekarang harus rela antri dalam urutan pembaca KMT. Buku kedua direkomendasi si manis Diah, Doktor Cilik yang hafiz Al Quran dan untuk buku ini juga harus rela menunggu antrian pembaca KMT dahulu.

Untuk buku ketiga dan keempat tentu saja aku tidak akan menjadi antrian.Selain bukunya tidak terlalu tebal, hmmm penulis favorit ku sewaktu masih kuliah, Mbak Asma Nadia. Senangnya bisa berfoto bareng juga dengan beliau.080308_1629_1

Buku catatan hati disetiap sujudku menurut ku lebih menyentuh dibandingkan catatan hati seorang istri. Malu berkelipan dihatiku. Aku belum bisa memaknai sujudku dengan baik. Yah..hanya tiupan kecil kesusahan membuatku bisa memaknai sujudku. Ku masih terhenyak kenapa mereka bisa sujud dan berdoa dengan tidak bosan-bosannya? Kenapa aku selalu lupa dengan doa-doaku. Sebuah bab berkisah mengenai seorang gadis yang ingin sekali memiliki tinggi normal, dan dia berdoa sejak umur 6 tahun untuk menjadi lebih tinggi sampai akhirnya ketika dia dewasa dan menyadari dia tidak akan bertambah tinggi. Dan pada akhirnya dia berujar bahwa sangatlah tidak pantas dia hanya ”meminta“ tapi tidak melihat apa yang telah dia lakukan…Ya ampun…bagaimana dengan ku? Mbak Asma thanks for thebook, a very inspiring book. Friends, please read it…Catatan_hati_di_setiap_sujudku_revisi5_1Aku puas dengan antusiasme antrian buku-buku yang dibeli…aku puas telah membaca buku favorit ku pertama….Kupejamkan mataku dan kurasakan panas dingin yang menjalar hilang…yang ada adalah keinginanku untuk memaknai sujudku lebih dalam….Amiin….Dan pengajian dikantor hari ini, aku terhenyak mendengarkan doa Pak Aceng.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami ya Allah….

Ya Allah berikan lah kemudahan bagi mereka yang kesusahan…ringankan lah beban mereka

Ya Allah berikanlah kesehatan bagi ibu hamil semoga melahirkan bayi yang saleh dan saleha..cantik dan pintar…

Ya Allah berikanlah sembuhkanlah bagi mereka yang sakit…

Ya Allah berikanlah jodoh bagi mereka yang belum mendapat jodoh…

Aku ingat doa ku…hanya untuk mama, almarhum papa, sari adikku dan diriku,

juga mohon diberikan petunjuk jodohku jika memang dia jodohku…mana ada aku mendoakan wal mukmin wal mukminan…egois sekali ya diriku…mereka semua mendoakan diriku….kupejamkan mataku semoga aku tidak lupa mereka seperti mereka yang selalu berdoa untuk ku…..Amiinn….

14 March 2008 Thanks buat Yesti yang selalu mengingatkan.., Nisha the book lover,

Diah yang menggaet ke YISC, Pak Aceng for doa2nya….Mbak Asma Nadia, dan
Mas Avalian dan Mbak Dw

4 comments:

  1. Halo Mbak Debi,..

    Kenalkan, saya Reni di Utan Kayu. Menurutku, profesi librarian itu menarik kok, malah enak karena jadi bisa baca buku terus.

    Boleh saya tanya, mbak sering mengaji dengan Pak Aceng di kantornya di Trakindo? Saya dengar dari teman bahwa beliau enak bila memberi materi pengajian.

    Saya ingin juga mengaji dengan Pak Aceng. Kalau di Trakindo, pengajian dengan pak Aceng setiap hari apa dan kapan waktunya? Apakah beliau juga memberi ceramah di tempat lain?

    Terima kasih atas perhatiannya. Saya mohon jawabannya. Email saya di:

    paramitareni@yahoo.com

    Salam,

    reni

    ReplyDelete
  2. Assalamu’alaikum debi…

    dah lama nih ga komunikasi..
    kangen cerita-cerita lagi
    blognya bagus banget bi…mencerminkan semangat si penulisnya :)
    jadi inspirasi untuk mulai nulis lagi, secara sdh lama blog ci dianggurin
    tetap semangat bi….

    btw, lebaran pulang ke padang?

    ReplyDelete

feel free to comment :)