Jan 29, 2008

Semua Orang Harus Jadi Investor

Terinspirasi dari artikel Ligwina Hatanto Kontan Minggu III April 2007


Gue baru baca ilustrasi mengenai investasi untuk pensiun, dan nggak nyangka ternyata untuk merasakan finansial freedonm kita harus benar-benar bisa menjadi financial planner untuk diri kita sendiri minimal, hebat kalau bisa bantu orang lain. Di artikel tersebut, jika ingin pensiun di usia 55 tahun, yaitu dalam waktu 27 tahun lagi (berarti ini umur 28) nah gue masih ada kesempatan untuk merapikan likuiditas finansial gue sampai dengan 2 tahun depan mengingat umur gue masih 26 (masih?? Please de!!). Jika saat pension gue ingin Rp.5 juta perbulan (asumsi gaji sekarang 3 juta pastinya pensiun nanti harus memiliki dana yang lebih), maka untuk hidup dari usia 55 tahun hingga 85 tahun ternyata membutuhkan dana pensiun sebesar 13 M (asumsi inflasi biaya hidup sebesar 10% per tahun).


Ternyata jika kita menjadi penabung dengan menabung Rp. 1 juta per bulan dalam 27 tahun, cuma bisa mengumpulkan dana sebesar Rp. 324 juta (asumsi: hasil investasi dari tabungan hampir 0% karena dipotong pajak dan biaya biaya lainnya). Ini sudah jelas menunjukkan bahwa dengan menabung, tidak bisa mengumpulkan uang 13M. Dana sebesar Rp. 324 juta itu bahkan tidak akan memenuhi kebutuhannya selama satu tahun pertama masa pensiun.


Jika gue menjadi investor dan menginvestasikan dana ke dalam sebuah produk finansial, 1 juta perbulan selama 27 tahun kedalam sebuah produk financsial dengan target hasil investasi rata-rata 20% per tahun. Insya Allah gue akan mencapai Rp.13 Milliar.

Ini foto lagi belajar investasi lele ama pei dkk….Pei kapan2 kita coba lagi ya…

Img0904a_3


Jika produk yang dipilih memiliki target hasil investasi 25% pertahun, jumlah dana yang perlu disetorkan menjadi lebih kecil yakni hanya dengan Rp.300 perbulan.

Tentu saja ada juga risiko dana tersebut tidak bisa mencapai 13 Milliar.

Jadi friends, menurut Mbak Wina untuk menjadi seorang investor kita harus mengerti dengan jelas beberapa poin disini.


Pertama, tujuan, jangan berinvestasi tanpa tujuan yang jelas.


Kedua, menentukan target hasil investasi. Jika membutuhkan Rp.12 juta untuk berlibur bersama keluarga dalam waktu satu tahun, kita cukup menabung Rp.1 juta sebulan saja.

Namun saat anda memerlukan Rp.13 M untuk pensiun tentu masuk akal jika menabung Rp.1 juta perbulan tidak akan menghasil kan dana sebesar itu. Karena itu, dana yang kita kumpulkan harus berkembang sendiri. Dan kemungkinan bisa berkembang saat kita menambahkan lagi dana setiap bulan.


Ketiga, memahami risiko. Semua usaha yang kita lakukan dalam berinvestasi pasti memiliki risiko, menabung pun memiliki risiko misalnya kita melakukan sabotase pada diri sendiri dengan menghabiskan dana yang terdapat dalam tabungan.

Tidak ada produk yang memberikan hasil pasti.Mbak Wina memastikan kita: sesiap apakah anda untuk kehilangan nilai investasi tersebut? HARUS SIAP, HIGHER RETURN HIGHER RISK Apakah anda merasa berat kehilangan Rp.1 juta perbulan, jika nilai reksadana sedang turun? YAA HARUS SIAP, MAKANYA UNTUK INVESTASI INI HARUS LONG TERM JANGAN DIPLOTOTIN TIAP HARI…BISA PINGSAN DEHH GUE

So…jangan takut buat jadi investor….

No comments:

Post a Comment

feel free to comment :)